Resensi: Perjuangan Sang Penjelajah Waktu

 Firjatulla Rahmi Nurvinna Putri / XI KBC

  1. Perjuangan Sang Penjelajah Waktu 





  Judul buku : Tokyo Revengers

Judul asli   :  東京卍リベンジャーズ (Tōkyō     

                         Ribenjāzu)

Penulis       : Ken Wakui

Penerbit     : Kodansha

Kota           : Tokyo

Penerbit

Tahun        : 2017

Terbit

Cetakan      : –

Volume      : 28





“Tokyo Revengers” adalah seri manga jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Ken Wakui. Seorang seniman komik asal Jepang yang merupakan mantan anggota geng motor jalanan pada masa-masa sekolah menengahnya. Ia menulis sekaligus mengilustrasikan serial-serial komik terkenal ternama yang seluruhnya juga telah direalisasikan menjadi beberapa adaptasi seperti anime dan film-live action lainnya seperti Shinjuku Swan, Abaddon, Sekisei Inko, dan Dessert Eagle. 


Komik “Tokyo Revengers” diterbitkan oleh Kodansha Ltd., penerbit karya sastra dan manga terbesar di Jepang yang telah lama didirikan pada tahun 1909 silam. Kodansha pada suatu masa pernah mempunyai pendapatan melebihi 200 miliar yen. Sejak 2017, Kodansha telah mensponsori Penghargaan Manga Kodansha yang prestisius yang juga pernah dimenangi oleh Ken Wakui pada tahun 2020 dengan karyanya “Tokyo Revengers” atas jangka waktunya yang sangat singkat meraih kepopuleran pada kategori shounen.






Diawali kisah dengan hidup menyedihkan dari sosok lelaki dewasa berumur 26 tahun yang kesepian. Lelaki tersebut bernama Hanagaki Takemichi, sebatang kara yang bekerja di sebuah toko rental DVD di distrik Shibuya, Kota Tokyo. Takemichi dulunya memiliki kehidupan yang sempurna. Masa SMP-nyalah yang merupakan fase terindah dalam hidupnya.  Ia selalu mempunyai kebahagiaan yang dipenuhi oleh warna, dan waktu yang ia nikmati setiap detiknya. Seorang kekasih yang cantik dan penyayang bernama Tachibana Hinata, dan teman-teman sebaya yang hebat mengelilingi disekitarnya. Namun, seusai ia beranjak pergi dari bangku sekolah menengah setelah kelulusannya, Hanagaki seakan bukan siapa-siapa lagi bahkan nasibnya sangat malang. 


Kehidupan Hanagaki berubah drastis menjadi pemuda berusia dewasa namun payah, pecundang, dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Hanagaki pun kerap membandingkan takdirnya dengan takdir orang-orang yang disekitarnya yang dianggap lebih beruntung darinya. Kekasihnya yang amat ia cintai selama hidupnya walaupun mereka telah lama berpisah , Hinata bahkan harus pergi meninggalkan dunia setelah usai menjadi korban pembunuhan akibat bentrokan Geng Tokyo Manji, sebuah geng kriminal paling kejam di seluruh Kota Tokyo. 


Pada suatu hari, Hanagaki yang meratapi nasibnya yang sama sekali tidak berwarna tengah berdiri dipinggir stasiun kota untuk menunggu kereta tiba-tiba didorong ke arah rel bertepatan ketika kereta melaju dengan sangat kencang. Sambil menutup mata, Hanagaki terjatuh di rel dan tidak sempat ada waktu untuk menyelamatkan diri dari tabrakan kereta yang sudah melaju sangat cepat tepat dimukanya. Setelah sekian menunggu tubrukan yang tidak begitu muncul, anehnya Hanagaki tidak tewas atau merasakan adanya luka-luka di sekujur tubuhnya. Melainkan, ia tetap merasa seperti biasanya; sehat, selamat, dan justru mendapatkan keajaiban.


Usai kejadian di stasiun kereta, Hanagaki telah mengalami perjalanan waktu yang mengarah ke belakang yaitu kembali ke masa lalu. Untuk lebih tepatnya, ia kembali ke masa-masa dimana yang ia sebut paling indah di hidupnya yaitu masa ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


Hanagaki pun menyadari apa yang telah ia alami. Ia telah diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki takdir hidupnya supaya tidak terulang lagi dimana ia menjadi seseorang yang payah dan pecundang. 


Kembali pada masa remajanya membuat Hanagaki untuk kembali mengulang struktur kehidupannya yang baru demi misi perbaikan hidup. Salah satunya yaitu menyelamatkan mantan kekasihnya di masa depan, Hinata agar terhindar dari takdir mengenaskannya sebagai korban pembunuhan. Tak hanya itu, ia memiliki tujuan yang amat besar dan keras untuk hidup lebih baik dari yang sebelumnya dan mencapai kebahagiaan bersama kekasih tercintanya yaitu Hinata. 






 Dibandingkan dengan komik manga jepang oleh Hiroshi Takahashi yang berjudul “Worst” yang juga bercerita tentang perkelahian antar geng yang beranggotakan anak-anak sekolah menengah dan latar belakang lanjutan berisi organisasi kriminal. “Worst” cenderung lebih menekankan ke penulisan dan deskripsi pada momen-momen adrenalin saat bagian perkelahian fisik. Sementara Tokyo Revengers terdiri oleh bukan hanya sekedar perkelahian. Namun, juga nilai kepribadian seorang karakter yang ditulis berdasarkan dari lingkungan kekeluargaan dan sosial. Setiap karakter memiliki latar belakang yang berbeda dan bermacam-macam yang telah diceritakan secara menarik dan menginspirasi. Di sekitar lingkungan yang mereka tempatilah dimana mereka belajar bertahan hidup sebagai anak-anak yang tersingkirkan oleh pandangan masyarakat yang ideal. Sebagai generasi muda yang tidak memenuhi persyaratan norma dan hukum atas berbagai macam aspek seperti ekonomi dan sosial. 





Di komik ini terdapat banyak sekali istilah yang pada umumnya tidak dikenal oleh masyarakat umum dan hanya dimengerti oleh anggota geng kriminal atau yakuza jepang saja. Dengan kata-lata dan kalimat kiasan yang tersirat isinya berupa kode-kode dan julukan untuk menjalankan tugas atau pekerjaan mereka. Kiasan yang digunakan berasal dari sastra kuno jepang yang kerap tidak familiar di masyarakat warga jepang modern. Bagi beberapa bagian dimana kiasan-kiasan kuno itu digunakan, mungkin hanya generasi 80-an ke bawah yang mengerti. 





Komik “Tokyo Revengers” sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi orang-orang yang tertarik dengan genre misteri dan fiksi ilmiah. Banyak kisah mengharukan yang dipenuhi oleh perjuangan tidak hanya dari tokoh utama namun tokoh-tokoh sampingan yang menarik lainnya yang juga berjumlah sangat banyak. Komik ini juga mengajarkan bahwa kekeluargaan merupakan kunci terpenting pada tumbuh kembang seorang anak. Cara menjadi orang tua yang baik agar anak kita menjadi orang yang baik kedepannya. Komik ini sebaiknya dibaca pada waktu senggang atau saat sedang berlibur. Alur cerita yang rumit membuat komik ini membutuhkan waktu untuk dicermati. 

Komentar

Postingan Populer